JatimHub – Ikatan Mahasiswa Ombul (IMO) sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif berupa Pelatihan Teknik Sidang pada hari Sabtu, 6 Desember 2025. Bertempat di Sekretariat IMO dan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB, kegiatan ini berfokus membekali peserta dengan keterampilan teknis dalam mengatur dan mengikuti alur persidangan formal, sesuai tema yang diangkat “Tata cara sidang & praktik sidang”.
Pelatihan ini menghadirkan Mansur, S.Ag., sebagai Pemateri dan Abd Rozak sebagai Moderator. Sesi pelatihan menekankan bahwa penguasaan teknik sidang adalah fondasi utama keberhasilan sebuah organisasi dalam mengambil keputusan yang sah dan demokratis.
“Teknik sidang bukan hanya soal ketuk palu atau interupsi, tetapi soal bagaimana kita memastikan setiap keputusan yang diambil sah secara AD/ART dan mampu mengakomodir seluruh suara anggota. Mahasiswa harus menguasai ini sebagai bekal kepemimpinan,” ujar Mansur, S.Ag., dalam sesi wawancara setelah acara.
Kegiatan tidak hanya diisi teori, tetapi juga simulasi praktik sidang. Moderator Abd Rozak menambahkan, antusiasme peserta menunjukkan kesadaran akan pentingnya kemampuan berorganisasi.
“Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan saat sesi praktik. Pelatihan ini adalah investasi IMO bagi kaderisasi kepemimpinan masa depan. Kami berharap semangat ‘Ajhâr Pa Kenceng Jhâ’ Sampé’ Ta’ Molé’ ini melekat, yaitu semangat berjuang serius sampai tuntas dan mengabdikan diri pada Desa,” kata Abd Rozak.
Ketua IMO Makdur Hakiki menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia anggotanya.
“Kami menyadari bahwa mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin esok hari. Oleh karena itu, IMO akan terus mengadakan program yang fokus pada peningkatan skill berorganisasi. Dengan penguasaan teknik sidang yang baik, anggota kami siap menjadi pelopor di berbagai organisasi dan masyarakat,” tutupnya.
Diketahui, Desa Ombul, yang menjadi pusat kegiatan Ikatan Mahasiswa Ombul (IMO), terletak di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
Secara geografis, desa ini dikenal memiliki potensi signifikan di sektor pertanian, yang menjadi penopang utama kehidupan sehari-hari warganya. Mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada kegiatan bertani, meskipun sebagian warga memilih untuk merantau demi mencukupi kebutuhan ekonomi.
Kendati memiliki sumber daya pertanian, perekonomian warga Desa Ombul yang menetap di sana secara umum tergolong cukup rendah. Tantangan ekonomi ini diperparah oleh kondisi infrastruktur jalan yang cukup sulit, memengaruhi mobilitas dan akses desa.
Oleh karena itu, keberadaan organisasi seperti IMO dan kegiatan peningkatan kapasitas seperti Pelatihan Teknik Sidang menjadi sangat penting sebagai sarana pengembangan sumber daya manusia di tengah tantangan ekonomi, geografis, dan infrastruktur yang dihadapi warga desa.*