JatimHub – Kasus dugaan tindakan pencabulan yang dilakukan seorang Lora (anak kiai) berinisial U terhadap santri putri di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Karomah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, kini resmi diselidiki oleh Polda Jawa Timur. Hal ini menyusul adanya laporan resmi dari salah satu korban.
Terduga pelaku, berinisial U, diketahui sehari-hari bertugas mengajar mengaji di pondok pesantren tersebut. Kabar ini mencuat ke publik setelah beredar video yang diedit menggunakan artificial intelligence (AI).
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan bahwa laporan korban telah diterima dan kini ditindaklanjuti secara serius.
“Sudah diterima laporannya,” kata Kombes Abast di Surabaya, Jumat (05/12/2025).
Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan telah dimulai dengan memanggil sejumlah saksi terkait kasus ini. “Saat ini sudah dilakukan penyelidikan. Telah ada beberapa saksi yang dimintai keterangan,” ujarnya.
Pihak Ponpes Nurul Karomah melalui Humasnya, Mohamad Iwan Sanusi, menyatakan telah mengetahui informasi yang beredar dan menegaskan akan bersikap kooperatif terhadap proses hukum.
“Pihak Ponpes menyerahkan prosesnya oknum terduga kepada pihak berwajib dan Ponpes tidak akan menghalang-halangi proses hukum,” pungkas Iwan Sanusi.
Meskipun laporan resmi sudah berada di Polda Jatim, Polres Bangkalan juga turut berkoordinasi. Seorang sumber di kepolisian Bangkalan mengonfirmasi langkah tersebut.
“Bahwa saat ini, korban ataupun salah satu korban sudah melapor ke Polda Jatim, namun langkah kita upaya dari Polres Bangkalan berkoordinasi dengan Polda Jatim, agar kasus tersebut bisa selesai dengan tuntas,” tandasnya.
Selain itu, dugaan ini memicu kekhawatiran adanya korban lain yang belum berani melapor, mengingat informasi tentang aksi pencabulan ini telah menjadi rahasia umum di masyarakat sekitar selama kurang lebih satu tahun terakhir.
Seorang sumber berinisial SM berharap aparat segera menindak tegas pelaku. “Tentu kami khawatir korban bertambah banyak. Apalagi ini korban rata-rata di bawah umur,” ujarnya.