JatimHub – Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur terus memperkuat pengembangan komoditas unggulan daerah, salah satunya wijen, melalui kegiatan Pelatihan Usaha Tani Wijen yang digelar di dua kabupaten sentra produksi, yakni Bangkalan dan Sampang.
Pada tahun ini, pelatihan dilaksanakan melalui kegiatan demplot pada lahan seluas satu hektare untuk masing-masing dua kelompok tani di Kabupaten Bangkalan dan satu kelompok tani di Kabupaten Sampang. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana praktik sekaligus pendampingan langsung bagi petani dalam menerapkan budidaya wijen yang baik dan benar.
Prasojo Bayu, Kepala Bidang Tanaman Semusim Dinas Perkebunan (Disbun) Jawa Timur, menjelaskan bahwa Bangkalan dan Sampang termasuk wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas wijen, selain Nganjuk dan Lamongan.
“Luas area wijen di Kabupaten Bangkalan mencapai 19,25 hektare dengan total produksi 15,50 ton, sedangkan Kabupaten Sampang memiliki area 14 hektare dengan produksi 11,15 ton. Angka ini menunjukkan bahwa kedua kabupaten di Madura ini memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan,” ungkap Prasojo, Kamis, (20/11/2025)
Menurut Prasojo, komoditas wijen memiliki peluang pasar yang menjanjikan karena banyak dibutuhkan sebagai bahan baku industri makanan. Kebutuhan tersebut diprediksi terus meningkat seiring pertumbuhan industri olahan pangan di dalam maupun luar negeri.
“Oleh sebab itu, kapasitas petani harus diperkuat agar mereka mampu menghasilkan wijen berkualitas dan berdaya saing,” tambahnya.
Pelatihan usaha tani melalui demplot dilakukan untuk memberikan pengetahuan teknis kepada kelompok tani penerima program, terutama terkait teknik budidaya, penanganan panen, dan pascapanen yang benar. Kegiatan ini juga melibatkan tenaga ahli dari BRMP-TAS Malang yang memberikan pendampingan langsung sejak awal hingga evaluasi akhir.
“Dengan pendampingan tenaga ahli, kami ingin memastikan setiap kelompok tani mampu menerapkan budidaya yang tepat sehingga produktivitas wijen meningkat secara signifikan,” ujar Prasojo.
Untuk mendukung pelaksanaan demplot, Disbun Jatim turut menyediakan sarana dan prasarana berupa benih wijen, pupuk, akarisida, fungisida, insektisida, ajir, tali tambang, terpal, dan handsprayer. Fasilitas ini diberikan agar petani dapat langsung menerapkan metode budidaya yang dianjurkan tanpa terkendala ketersediaan alat dan bahan.
Dengan pelatihan dan dukungan menyeluruh tersebut, Disbun Jatim berharap komoditas wijen di Bangkalan dan Sampang dapat berkembang lebih optimal, menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi, dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani.
“Kami ingin komoditas wijen menjadi salah satu kekuatan ekonomi perkebunan di Madura. Melalui pelatihan ini, kami dorong petani untuk mampu meningkatkan mutu dan kuantitas produksi demi kesejahteraan bersama,” tegas Prasojo.